
BSIP Sulteng Sosialisasi dan Identifikasi SNI 8969:2021 IndoGAP di Sigi
Sigi, 4 Desember 2024. Tim Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Sulawesi Tengah melakukan Sosialisasi SNI 8969:2021 Indonesian Good Agricultural Practices (IndoGAP) atau cara budidaya tanaman pangan yang baik, sekaligus melakukan Identifikasi Standar Instrumen Pertanian (SIP) Spesifik Lokasi Tanaman Pangan pada pelaku utama/usaha padi organik.
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Walatana, Kec. Dolo Selatan, Kab. Sigi ini sebagai bagian dari kegiatan Identifikasi Standar Instrumen Pertanian Spesifik Lokasi Tanaman Pangan oleh BPSIP Sulteng TA. 2024.
Acara ini dihadiri jajaran BPSIP Sulteng yakni Kepala BPSIP Sulawesi Tengah (Dr. Femmi Nor Fahmi, S.Pi., M.Si), Kasubag Tata Usaha BSIP (Fujiaty, SE., MM), Ketua Tim Program dan Evaluasi BSIP (Andi Dalapati, STP., MP) serta tim fungsional BPSIP Sulteng.
Turut hadir perwakilan dinas/instansi teknis terkait Kab. Sigi antara lain Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikuktura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sigi Kepala BPP Baluase (Slamet Darianto, S.ST), Penyuluh WKPP Baluase, perwakilan beberapa kelompok tani yang ada di Desa Walatana serta mahasiswa magang Universitas Tadulako.
Sosialisasi dibuka oleh Kepala BPSIP Sulawesi Tengah (Dr. Femmi Nor Fahmi, S.Pi., M.Si) yang dalam arahannya menyampaikan bahwa sosialisasi ini dimaksudkan agar petani mengetahui SNI 8969:2021 IndoGAP dalam upaya memperbaiki sistem budidaya dan meningkatkan produksi. Sementara tujuan dilakukannya identifikasi adalah untuk menggali informasi sistem budidaya eksisting yang telah diterapkan serta sebagai acuan untuk kebutuhan pendampingan kedepan.
Dalam sosialisasi ini diisi dua materi yakni Kebijakan Daerah pengembangan Padi Sawah Spesifik Lokasi di Kab. Sigi disampaikan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (Muh Nafri Akbar, SP ), serta materi SNI 8969:2021 IndoGAP yang disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Program dan Evaluasi BPSIP Sulteng (Andi Dalapati, STP., MP).
Dalam sesi diskusi peserta pertemuan baik penyuluh maupun anggota kelompoktani menyampaikan keinginan adanya pembinaan dan pendampingan secara intensif dari BSIP Sulteng dalam rangka peningkatan produksi dan menghasilkan produk yang ber SNI.
Usai sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan wawancara untuk menggali informasi terkait penerapan SNI IndoGAP dan permasalahan yang dihadapi selama melaksanakan kegiatan budidaya baik organik maupun anorganik.
Hasil identifikasi ini nantinya diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan, mulai dari aspek budidaya, sampai penanganan panen dan pasca panen.