
Sebanyak 93 orang Siswa SMKN Lulus Prakerin di IP2SIP Sidondo Tahun Ini
Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Sulawesi Tengah telah meluluskan sebanyak 93 orang Siswa SMKN yang melaksanakan Prakerin (Praktek Kerja Industri) di Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) Sidondo selama tahun 2024.
Hal itu disampaikan Kepala Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) Sidondo Moh. Takdir, S.Pt., M.Sc saat acara pelepasan siswa Prakerin asal SMKN 1 Sindue Tobata Kabupaten Donggala di Kantor IP2SIP Sidondo pada hari Kamis lalu (12/12/2024).
“Acara pelepasan siswa Prakerin asal SMKN 1 Sindue Tobata ini merupakan prosesi pelepasan terakhir atau yang kelima kalinya di tahun 2024 ini, karena sebelumnya sudah ada empat sekolah yang lulus”, ujar Takdir.
“Ditambah 15 orang siswa SMKN 1 Sindue Tobata yang lulus hari ini, lanjut Takdir maka total siswa yang lulus Prakerin di IP2SIP Sidondo pada tahun ini sebanyak 93 orang”.
Takdir juga merinci 93 orang siswa yang telah lulus berasal dari lima sekolah yakni dari SMKN 1 Dako Pemean Kab. Toli Toli 28 orang, SMKN 1 Galang Kab. Toli Toli 18 orang, SMKN 1 Witaponda Kab. Morowali 14 orang, SMKN 1 Sojol Kab. Donggala 18 orang dan asal SMKN 1 Sindue Tobata Kab. Donggala 15 orang.
Siswa asal SMKN 1 Sindue Tobata sendiri merupakan angkatan terakhir yang lulus tahun ini, berjumlah 15 orang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 11 orang perempuan dan telah melaksanakan Prakerin sejak bulan Juli sampai Desember. Kelima belas siswa itu berhasil lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Atas keberhasilan itu seluruh siswa diberikan sertifikat kelulusan, khusus bagi siswa yang berprestasi diberikan piagam penghargaan.
Kepala SMKN 1 Sindue Tobata, Dra. Zaenab Wartabone, M.Si yang hadir diacara pelepasan memberikan apresiasi yang tinggi kepada BPSIP Sulteng khususnya IP2SIP Sidondo.
Menurutnya, BPSIP Sulteng dan IP2SIP Sidondo telah memberikan dedikasi yang luar biasa dalam bentuk pengajaran, pembimbingan dan pendampingan kepada para siswa, sehingga seluruh siswa lulus dengan nilai yang sangat baik.
“Sangat tidak mudah mendidik siswa dalam jumlah yang banyak dan dalam satu kelas atau dalam jangka waktu yang sama. Tantangannya luar biasa, karena siswa karakternya berbeda antara satu dengan yang lainnya”, kata Zaenab.
“Olehnya itu kami dari pihak sekolah memberikan apresiasi yang tinggi dan berterima kasih kepada semua tim pengajar dan instruktur di BPSIP Sulteng dan IP2SIP Sidondo atas kerja kerasnya telah mendidik siswa kami”, pungkas Zaenab.
Ketua Tim Diseminasi dan Kerjasama BPSIP Sulteng, Syamsyiah Gafur, SP., M.Si mewakili Kepala BPSIP Sulteng saat memberikan sambutan pelepasan berharap kepada semua siswa untuk tidak berhenti belajar, untuk terus mengasah keterampilan, dan tidak lantas berpuas diri hanya karena telah lulus Prakerin.
Menurut Syamsyiah, proses belajar dalam kegiatan Prakerin telah berakhir, tetapi belajar atau menuntut ilmu itu sesungguhnya tidak ada batas waktunya, belajar tidak hanya tentang ilmu pertanian, tetapi juga tentang ilmu di bidang lain yang memberikan dampak positif.
“Belajar itu kapanpun, dimanapun dan dalam situasi apapun, karena itu bekal masa depan, jadi teruslah belajar’, pungkasnya.
Acara pelepasan siswa Prakerin hari itu dihadiri jajaran BPSIP Sulteng diantaranya Ketua Tim Program dan Evaluasi, tim Fungsional dan tim teknis, serta tim pengajar dan instruktur di IP2SIP Sidondo.