
Pemdes Powelua Gandeng BPSIP Sulawesi Tengah Dalam Menyusun Rencana Pengembangan Padi Gogo
Donggala, 15 Januari 2025. Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Sulawesi Tengah menghadiri undangan Pemerintah Desa (Pemdes) Powelua Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala dalam pendampingan penyusunan rencana pengembangan padi gogo kusususnya di desa tersebut. Pelaksanaan kegiatan bertempat di Kantor Desa Powelua dan dihadiri oleh Tim BPSIP Sulawesi Tengah yang terdiri dari Fungsional Penyuluh (Dr. Herawati, SP. M.Si dan Masyitah Muharni, SP) dan Fungsional Petugas Benih Tanaman (Hamka Biolan SP), Kepala Desa Powelua beserta aparatnya, Babinsa Desa, penyuluh wilayah kerja BPP Banawa Tengah, dan perwakilan ketua-ketua kelompoktani.
Kementerian Pertanian dalam mewujudkan program swasembada pangan di 2045 menggandeng beberapa kementerian diantaranya Kementerian Desa yang salah satu programnya adalah ketahanan pangan di tiap desa yang mana dari 20% dana desa harus dialokasikan untuk ketahan pangan. Dalam menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Desa Powelua merancang Program Pengembangan Padi Gogo yang ditumpangsisipkan dengan tanaman perkebunan seperti kopi, cengkeh, pala dan kelapa.
Olehnya itu agar program ini berjalan lancar maka perencanaan haruslah matang dan melibatkan instansi terkait dalam hal ini BPSIP dan BPP Banawa Tengah dalam penyusunan perencanaan tersebut. BPSIP Sulawesi Tengah menyampaikan beberapa saran ke pemerintah desa agar dapat memberikan pelatihan berbentuk Sekolah Lapang dan pertemuan intensif di tingkat kelompoktani, terus meningkatkan Bumdesnya dan memberikan sosialisasi budidaya padi gogo yang merujuk pada SNI 8969:2021 Cara Budidaya Tanaman Pangan Yang Baik. Pertemuan berjalan lancar, semangat dan penuh kekeluargaan karena sharing pemahaman tentang padi lahan kering (baik padi Varietas Unggul Baru Inpago 8 dan Inpago 12 yang telah didemplotkan oleh Yayasan H Kalla maupun varietas lokal Desa Powelua). Harapannya akan terbentuk pula penangkar padi lahan kering ini untuk memenuhi kebutuhan benih petani. Semoga program desa ini sebagai langkah strategis mendukung Program Nasional Kementerian Pertanian untuk Pengembangan Padi Lahan Kering diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan desa, menambah pendapatan petani dan meningkatkan ekonomi desa.