
BSIP Sulawesi Tengah Ikuti Rakor Rencana Pemberian Saprodi Program Swasembada Pangan
Palu, 9 Januari 2025, Kepala BSIP Sulawesi Tengah (Dr. Femmi Nor Fahmi, S.Pi., M.Si) mengikuti Rakor rencana pemberian sarana produksi pertanian di Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu. Hadir pada kegiatan tersebut adalah Kepala BWS, Ketua Komisi Irigasi Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua Komisi Irigasi beberapa Kabupaten, dan tim satuan tugas program swasembada pangan.
Kepala BWS Sulawesi III Palu (Dedi Yudha Lesmana, ST. MT.) bahwa menyatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi dukungan Kementerian PU pada program swasembada pangan, saat kegiatan tersebut beliau juga memaparkan terkait matriks kegiatan swasembada pangan 2025, timeline pelaksanaan verifikasi data program swasembada pangan, data luasan rehabilitasi irigasi kewenangan pusat dan daerah Sulawesi Tengah tahun 2024, dan rencana pemberian saprodi. Rencana pemberian saprodi berupa benih, pupuk, pestisida, zat pengatur tumbuh, debit pengaliran, tanam padi beserta dengan rencana pemeliharaan irigasi.
Pada rapat ini dikoordinasikan agar saprodi ini tepat waktu, maka perlu disinkronkan data recana tanam dari para cpcl, demikian juga dengan ketersediaan air. Terkait benih, apakah ketersediaannya akan mencukupi dan tepat waktu pada saat para cpcl melakukan penanaman. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah (Nelson Metubun, SP) menyatakan di Sulawesi Tengah terkait swasembada pangan terdapat dua kegiatan yaitu pengembangan padi lahan kering yang bekerja sama dengan TNI dan pengembangan jagung yang bekerjasama dengan Polda. Untuk mencapai target Sulawesi Tengah terhadap kedua komoditas tersebut, maka harus mengoptimalkan lahan di luar baku sawah. Terkait saprodi, maka pengadaan sarana merupakan kewenangan pusat, pengawasan peredaran berada di Provinsi sedang pengawasan penggunaan berada di Kabupaten/Kota. Kepala BPSIP Sulawesi Tengah (Dr. Femmi Nor Fahmi, S.Pi., M.Si) menginformasikan saat ini terdapat benih varietas Inpari 47, 48, 49 di BPSIP Sulawesi Tengah namun jumlahnya terbatas. Akan terdapat lagi benih padi dan benih jagung di awal februari 2025 dari kegiatan perbanyakan benih sumber BSIP Sulawesi Tengah. BSIP Sulawesi Tengah juga dapat menghubungkan dengan BSIP lainnya yang lokasinya dekat Provinsi Sulawesi Tengah terkait ketersediaan benih. Diakhir kegiatan, Kepala BWS Sulawesi III Palu mengharapkan data kebutuhan riil dari kabupaten/kota, agar saprodi dapat segera disiapkan, dan pemberian saprodi ini agar dikawal secara bersama-sama dengan stakeholder terkait.