
BPSIP Sulawesi Tengah Gelar Seminar Hasil Kegiatan 2024
Taipa Beach-Palu, 31 Desember 2024 – Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Sulawesi Tengah menyelenggarakan Seminar Hasil Kegiatan Standardisasi Instrumen Pertanian Tahun Anggaran 2024 di Ruang Pertemuan Taipa Beach, Palu Utara. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30-31 Desember 2024, ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mensosialisasikan hasil program standardisasi yang telah dilaksanakan sepanjang tahun.
Seminar ini dihadiri oleh seluruh staf BPSIP Sulawesi Tengah, mulai dari pejabat fungsional, staf teknis dan administrasi, tenaga kontrak, hingga mahasiswa Program Kerja Lapangan (PKL). Sebanyak enam laporan kegiatan teknis dan dukungan manajemen dipresentasikan dalam acara ini, antara lain:
1. Identifikasi Standar Instrumen Pertanian (SIP) Spesifik Lokasi untuk Komoditas Padi,
2. Pendampingan Penerapan SIP di Sulawesi Tengah,
3. Produksi Benih Padi 8,5 Ton Kelas SS,
4. Produksi Benih Jagung Komposit 12 Ton Kelas SS,
5. Penguatan Kapasitas Penerap Standar Pertanian Mendukung UPSUS Percepatan Tanam Padi dan Jagung, serta
6. Program Penguatan Kapasitas Mendukung Kementerian Pertanian.
Ketua panitia pelaksana, Moh. Takdir, S.Pt., M.Sc., dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari program evaluasi tahunan yang telah diatur dalam DIPA 2024 dan Keputusan Kepala BPSIP Sulawesi Tengah. "Seminar ini tidak hanya menjadi wadah untuk sosialisasi hasil kegiatan, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran," ujar Takdir. Ia berharap masukan dari peserta seminar dapat menjadi referensi untuk penyempurnaan laporan akhir kegiatan.
Kepala BPSIP Sulawesi Tengah, Dr. Femmi Nor Fahmi, S.Pi., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya seminar ini sebagai bentuk tanggung jawab institusi dalam melaksanakan tugas dan fungsi penerapan serta diseminasi standar pertanian spesifik lokasi. Beliau juga mengapresiasi capaian BPSIP selama tahun 2024, termasuk pelaksanaan kegiatan yang memenuhi target, peningkatan zona integritas menuju predikat informatif, dan penghargaan di bidang pelayanan keuangan.
"Keberhasilan ini adalah hasil dari kerja sama dan kekompakan seluruh staf BPSIP Sulawesi Tengah," ujar Dr. Femmi. Beliau juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks seiring transformasi BSIP menjadi Badan baru dengan tugas pokok dan fungsi yang lebih dinamis. "Mari kita tingkatkan kinerja untuk menghadapi tantangan tersebut," tambahnya.
Seminar ini diharapkan mampu memperkuat peran BPSIP Sulawesi Tengah dalam mendukung pertanian di Sulawesi Tengah. Dengan penerapan standar yang konsisten, pertanian di wilayah ini diharapkan semakin maju dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Selamat berseminar, semoga sukses!" tutup Dr. Femmi.